
GARDATIMURNEWS.CO | BANDA ACEH – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh mengikuti Zoom Meeting Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Syariah Indonesia, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dari Aula Sekretariat LPKA Kelas II Banda Aceh dan diikuti oleh pejabat struktural serta seluruh jajaran pegawai.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh tentang permohonan peserta Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan bagi seluruh pegawai, sehingga mampu mengelola keuangan secara sehat, cermat, dan terencana demi mendukung kesejahteraan pribadi maupun keluarga.
Dalam pemaparannya, OJK memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, mulai dari perencanaan keuangan pribadi, pengendalian pengeluaran, hingga pemanfaatan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Bank Syariah Indonesia menyampaikan materi terkait layanan perbankan syariah, pengelolaan tabungan, investasi, serta berbagai produk dan layanan keuangan berbasis syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang profesional, cerdas, dan berintegritas.
“Dengan pemahaman keuangan yang baik, pegawai diharapkan mampu mengelola pendapatan secara lebih efektif serta mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera bagi diri dan keluarga,” ujar Yusnaidi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Para peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias dan penuh perhatian hingga acara selesai.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata LPKA Banda Aceh dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. (RANY) Kaperwil Aceh







