
GARDATIMURNEWS.CO| LANGSA ACEH – Kesabaran Pelanggan warga, Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa benar-benar diuji. Sudah sebulan lebih, pelayanan PDAM Tirta Keumuning Langsa dinilai amburadul dan jauh dari kata layak. Air yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, kini justru berubah menjadi sumber penderitaan.
Bagaimana tidak, air hanya mengalir satu hari sekali selama kurang lebih satu jam. Itu pun dengan tekanan yang sangat kecil tak ubahnya seperti “air kencing”. Kondisi ini membuat warga geram dan merasa dipermainkan oleh perusahaan daerah yang seharusnya melayani, bukan menyiksa.
“Ini bukan pelayanan, ini pelecehan! Kami bayar tiap bulan, tapi airnya seperti diputus hidup-mati seenaknya,” kecam salah satu pelanggan warga Gampong Kapa J dengan nada tinggi, kepada awak media, Minggu (26/4/2026).
Situasi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa. Warga menilai ada pembiaran serius dari pihak PDAM Langsa. Selama lebih dari satu bulan, tidak ada solusi nyata, tidak ada penjelasan transparan yang ada hanya penderitaan yang terus berulang setiap hari.
Akibatnya, warga dipaksa keluar biaya tambahan untuk membeli air bersih, sementara tagihan PDAM tetap berjalan tanpa kompromi. Kondisi ini dinilai sangat tidak adil dan berpotensi merugikan masyarakat secara ekonomi.
Lebih tajam lagi, publik mulai mempertanyakan kinerja dan tanggung jawab pihak PDAM Langsa. Apakah manajemen benar-benar bekerja, atau justru menutup mata terhadap krisis yang dialami masyarakat?.
“Kalau tidak sanggup mengelola, lebih baik mundur! Jangan rakyat yang jadi korban,” tegas warga lainnya F.
Kini, kemarahan warga semakin memuncak. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin gelombang protes akan meledak. Air bersih adalah hak dasar, bukan fasilitas mewah yang bisa diatur sesuka hati.
PDAM Langsa pun ditantang untuk segera bertindak. Jika tidak, kepercayaan publik akan runtuh dan kemarahan warga bisa berubah menjadi perlawanan terbuka. (RANY) Kaperwil Aceh





