
GARDATIMURNEWS.CO | BIREUEN – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen menerima paparan inovasi dari peserta magang Batch II sebagai bentuk kontribusi ide, kreativitas, serta pengembangan inovasi di lingkungan Lapas Bireuen.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Bireuen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto, A.Md.I.P., S.A.P., didampingi jajaran Pejabat Struktural, serta diikuti seluruh peserta magang dengan penuh antusias dan semangat.
Paparan inovasi yang disampaikan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan implementasi pengalaman lapangan para peserta magang selama menjalankan kegiatan di lingkungan Lapas Bireuen. Dalam kesempatan tersebut, peserta magang mempresentasikan berbagai ide dan gagasan inovatif yang diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, hingga pengembangan lingkungan kerja yang lebih efektif dan humanis.

Kegiatan presentasi berlangsung secara interaktif dan komunikatif. Para peserta magang diberikan kesempatan untuk menjelaskan konsep inovasi yang telah mereka susun, sementara jajaran petugas dan pejabat struktural turut memberikan masukan, saran, serta evaluasi guna menyempurnakan ide-ide yang dipaparkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Salah satu peserta magang, Muhammad Raufal, menyampaikan rasa bangga dan senangnya karena diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide serta inovasi di hadapan jajaran Lapas Bireuen.
“Kami merasa sangat senang dan bangga karena diberikan ruang untuk menyampaikan ide serta inovasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas Bireuen. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menambah wawasan kami selama menjalani program magang,” ujar Muhammad Raufal.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto, A.Md.I.P., S.A.P., mengapresiasi semangat, kreativitas, serta partisipasi aktif para peserta magang dalam menyampaikan berbagai gagasan inovatif.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang positif antara peserta magang dan jajaran petugas Lapas. Kami sangat mengapresiasi ide-ide yang telah dipaparkan dan berharap inovasi tersebut dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta kinerja di lingkungan Lapas Bireuen,” ujar Didik Niryanto.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi dan kerja sama antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen dengan peserta magang dapat terus terjalin dengan baik serta mendorong terciptanya inovasi yang bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas. (RANY) Kaperwil Aceh





