
GARDATIMURNEWS.CO |GOWA,-Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa menyatakan sikap untuk memboikot pelaksanaan event tahunan Beautiful Malino serta mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD Kabupaten Gowa segera mengambil langkah konkret terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.(Senin 8/62026)
Sikap itu disampaikan di tengah polemik politik daerah mengenai penggunaan hak angket dan pembentukan panitia khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Gowa.
Massa aksi berencana menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Gowa guna meminta kejelasan terkait penyelenggaraan Beautiful Malino yang selama ini menjadi perhatian publik.
Menurut Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa, event Beautiful Malino yang digelar setiap tahun di kawasan wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong, dinilai belum memberikan transparansi yang memadai, khususnya terkait pengelolaan anggaran.
Mereka menduga anggaran penyelenggaraan kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar setiap pelaksanaan dan meminta adanya laporan pertanggungjawaban yang terbuka kepada masyarakat.
Koalisi juga mengingatkan bahwa Beautiful Malino pada awalnya digagas pada masa kepemimpinan mantan Bupati Gowa, Dr. Adnan Purichta Ichsan, SH., MH., dengan tujuan memperkenalkan potensi pariwisata daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa.
Program tersebut kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, SE., MM., periode 2025–2030.
Namun demikian, mereka menilai pelaksanaan event tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Koalisi mengklaim terdapat sejumlah fenomena sosial yang diduga muncul setiap penyelenggaraan Beautiful Malino, mulai dari potensi meningkatnya kenakalan remaja hingga dugaan adanya aktivitas yang dianggap tidak sejalan dengan nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Gowa.
Selain itu, mereka juga menyoroti aspek perlindungan lingkungan hidup di kawasan wisata serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurut mereka, penyelenggaraan event harus benar-benar memberikan dampak positif yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD Kabupaten Gowa untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menghentikan sementara penyelenggaraan Beautiful Malino hingga terdapat penjelasan yang transparan terkait pengelolaan kegiatan dan anggarannya.
Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa antara lain:
Grand Issue: Boikot Event Beautiful Malino Kabupaten Gowa,Poin Tuntutan:
Mendesak penghentian sementara penyelenggaraan Beautiful Malino hingga waktu yang belum ditentukan.
Meminta transparansi pengelolaan anggaran penyelenggaraan event yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mendesak adanya laporan pertanggungjawaban yang terbuka kepada publik setiap tahun.
Mendorong DPRD Kabupaten Gowa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penyelenggaraan Beautiful Malino.
Menyoroti dugaan dampak sosial, termasuk potensi kenakalan remaja dan perilaku yang dianggap bertentangan dengan norma masyarakat.
Meminta pemerintah memperhatikan aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan wisata.
Menilai manfaat ekonomi event perlu dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat Kabupaten Gowa.
Mengajak pemerintah untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta adat istiadat lokal.
Mendorong penegakan supremasi hukum dan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap kebijakan publik, sekaligus upaya mendorong penyelenggaraan program pemerintah yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(**)




