
GARDATIMURNEWS.CO | ACEH UTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya kegiatan pembajakan lahan tidur yang berada di area Lapas, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus pada pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif yang bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menyampaikan bahwa langkah pembajakan lahan ini tidak hanya sebatas persiapan teknis untuk masa tanam, tetapi juga menjadi bagian penting dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Pemanfaatan lahan ini merupakan upaya nyata dalam mentransformasi area yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan yang dapat memberikan manfaat, baik bagi warga binaan maupun untuk mendukung program nasional,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, proses pengolahan lahan dilakukan menggunakan mesin traktor guna mempercepat dan memastikan kondisi tanah siap untuk ditanami dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, pihak Lapas berharap hasil dari pengelolaan lahan ini nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi para narapidana.
Dengan dimulainya pembajakan lahan tersebut, Lapas Lhoksukon optimis program pembinaan berbasis kemandirian ekonomi dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan di daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. (RANY)







