
GARDATIMURNEWS.CO | LANGSA ACEH – Menjelang pemilihan Geuchik di Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, isu dugaan praktik politik uang mulai mencuat dan menjadi perhatian masyarakat.
Dua Kepala Dusun (Kadus), yakni Kadus Pendidikan dan Kadus Ilham, disebut-sebut diduga aktif melakukan pendekatan kepada warga dengan memberikan sejumlah uang agar memilih salah satu calon geuchik perempuan.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, dugaan praktik tersebut dilakukan secara tertutup, baik dengan mendatangi rumah warga pada malam hari maupun melalui komunikasi via telepon.
“Memang ada yang datang menawarkan uang, tapi harus memilih calon geuchik perempuan. Saya menolak, karena saya punya harga diri, tidak menjual suara,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (14/7/2026).
Warga lainnya juga mengaku resah dengan isu tersebut karena dinilai dapat mencederai proses demokrasi di tingkat gampong yang seharusnya berjalan jujur dan adil.
“Kalau ini benar terjadi, sangat disayangkan. Pemilihan geuchik seharusnya bersih, bukan karena uang,” ujarnya.
Selain itu, di tengah dinamika tersebut, sebagian tokoh masyarakat dan tokoh agama di Gampong Kapa sebelumnya juga telah menyampaikan pandangan keagamaan terkait kepemimpinan. Haram pilih pemimpin calon Geuchik dari perempuan.
Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk turun tangan apabila ditemukan bukti kuat adanya pelanggaran. Politik uang sendiri merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi.
Warga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming materi, serta tetap menggunakan hak pilih secara bijak dan sesuai hati nurani demi masa depan Gampong Kapa yang lebih baik. (RANY) Kaperwil Aceh







