
GARDATIMURNEWS.CO |MAKASSAR – Gerakan Mahasiswa Pelajar Pasilambena (GMPP) Kabupaten Kepulauan Selayar memperingati Milad ke-XVII pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus memperkuat peran GMPP dalam mewadahi mahasiswa dan pelajar asal Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar.
Peringatan milad ini dihadiri oleh berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus. Kehadiran sejumlah lembaga tersebut menunjukkan bahwa GMPP masih mampu mempertahankan eksistensinya serta membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen di Kota Makassar.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkokoh komitmen organisasi dalam mencetak kader-kader yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Selama ini, GMPP dikenal sebagai salah satu organisasi kedaerahan asal Kabupaten Kepulauan Selayar di Kota Makassar yang tetap aktif menjalankan fungsi kaderisasi dan pengabdian sosial.
Ketua Umum DPP GMPP Kabupaten Kepulauan Selayar Periode 2026–2027, Hijratu, dalam sambutannya menegaskan bahwa GMPP akan terus memperkuat posisinya sebagai wadah mahasiswa dan pelajar asal Pasilambena sekaligus menjadi mitra kritis dan mitra kerja pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.
“GMPP harus terus dijaga dan dirawat sebagaimana kita merawat rumah yang menjadi tempat banyak orang menaruh harapan. Organisasi ini diharapkan mampu terus mereproduksi kader-kader terbaik demi masa depan Selayar yang lebih maju,” ujarnya.
Tema Milad XVII GMPP tahun ini mengusung semangat membangun generasi untuk mewujudkan Selayar yang berkemajuan melalui penguatan kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan milad juga diisi dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan Ketua Bidang Aksi dan Advokasi DPP GMPP Periode 2026–2027, Ardiansyah.
Dalam orasinya, ia menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya di Kecamatan Pasilambena.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi masyarakat di tingkat akar rumput.
Beberapa persoalan mendasar yang disoroti antara lain keterbatasan akses listrik, jaringan internet yang belum stabil, hingga infrastruktur jalan yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
Selain itu, Ardiansyah juga menyinggung persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai berdampak pada kehidupan para nelayan. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah konkret agar kebutuhan masyarakat, khususnya nelayan, tidak dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dalam penutup orasinya, Ardiansyah menegaskan bahwa GMPP akan terus menjalankan fungsi sosial kontrol dengan mengawal aspirasi dan hak-hak masyarakat agar dapat tersalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“GMPP akan tetap berdiri bersama masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat Selayar yang lebih sejahtera,” tegasnya.
Milad XVII GMPP menjadi refleksi atas perjalanan panjang organisasi tersebut. Semangat perjuangan, pengorbanan, dan proses panjang yang telah dilalui menjadi pengingat bahwa setiap capaian besar lahir dari kerja keras, keteguhan, dan komitmen bersama untuk membangun masa depan Kabupaten Kepulauan Selayar yang lebih baik.(**)red/SS






