GARDATIMURNEWS.CO | LANGSA – Aksi bagi-bagi kain sarung bergambar logo Partai Golkar oleh Anggota DPR RI Ilham Pangestu justru berujung penolakan keras. Ratusan wartawan di Kota Langsa secara terbuka “memulangkan” bantuan tersebut di kantor Partai Golkar, Jalan. A. Yani Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota-Kota Langsa, Kamis (19/03/2026), menilai langkah itu sebagai bentuk upaya halus menggiring independensi pers.
Penolakan tidak dilakukan setengah hati. Ratusan para jurnalis kompak menyatakan bahwa pemberian atribut berlogo partai, apalagi menjelang momen sensitif seperti Lebaran, terkesan sarat muatan politis dan tidak etis jika ditujukan kepada insan pers.
“Ini bukan sekadar sarung. Ada simbol politik di dalamnya. Kami tidak mau profesi kami diseret ke kepentingan tertentu,” tegas salah satu wartawan senior dengan nada tinggi.

Situasi di lokasi sempat memanas. Sejumlah wartawan bahkan menyebut pembagian tersebut sebagai bentuk “pencitraan murahan” yang berpotensi merusak marwah jurnalisme. Mereka menilai, bantuan yang diselipkan simbol partai adalah cara lama yang tidak pantas lagi dipraktikkan di tengah tuntutan profesionalisme pers saat ini.
Lebih jauh, para wartawan mengingatkan bahwa tindakan semacam ini bisa menimbulkan kecurigaan publik terhadap independensi media. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pers akan ikut tergerus.
“Kalau kami terima, besok publik bisa menilai kami sudah ‘dibeli’. Ini berbahaya bagi kredibilitas media,” ujar wartawan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ilham Pangestu belum memberikan klarifikasi atas penolakan tersebut. Pihak Partai Golkar juga terkesan bungkam, menambah kesan bahwa kegiatan tersebut memang minim pertimbangan etika.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi praktik-praktik politisasi yang menyasar kalangan pers. Ratusan wartawan di Langsa telah menunjukkan sikap tegas: independensi bukan untuk ditawar, apalagi dengan selembar kain sarung berlogo partai. (RANY)
