GARDATIMURNEWS.CO | BANDA ACEH– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh menerima audiensi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh dalam rangka mendukung terwujudnya Kota Layak Anak (KLA), Kamis (5/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Sekretariat LPKA Banda Aceh tersebut dibuka langsung oleh Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., dengan menyambut hangat kedatangan jajaran DP3AP2KB Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Yusnaidi mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Banda Aceh yang terus memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak anak, termasuk anak yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembinaan yang memberikan dampak positif bagi masa depan anak.
“LPKA Banda Aceh siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak binaan tetap memperoleh hak-haknya serta mendapatkan pembinaan yang optimal sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan Kota Banda Aceh tetap memenuhi indikator Kota Layak Anak.
Ia menekankan bahwa setiap anak, termasuk yang sedang berhadapan dengan hukum, tetap berhak mendapatkan perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasar mereka.
“Audiensi ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi pembinaan, khususnya bagi anak binaan yang berasal dari Kota Banda Aceh agar tetap mendapatkan akses layanan pemerintah kota selama masa pembinaan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan sejumlah program kerja dari berbagai bidang di DP3AP2KB. Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Risda Zuraida, S.E., menyampaikan pentingnya pemenuhan hak sipil anak, seperti administrasi kependudukan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan sebagai pilar utama dalam mewujudkan Kota Layak Anak.
Selanjutnya, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Intan Indriani, S.KM., memaparkan program yang berfokus pada persiapan mental dan kesehatan anak agar siap kembali menjalankan fungsi keluarga yang sehat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Nurmiati, S.P., M.KM., menjelaskan layanan teknis yang tersedia di UPTD, termasuk konseling dan pendampingan psikologis. Ia juga menawarkan akses layanan rujukan bagi anak binaan yang membutuhkan penanganan trauma maupun permasalahan psikososial secara lebih mendalam.
Melalui pertemuan tersebut, LPKA Kelas II Banda Aceh menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan DP3AP2KB Kota Banda Aceh dalam mengimplementasikan berbagai program yang telah dipaparkan.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyinergikan program kerja pemerintah daerah dengan program pembinaan di dalam LPKA guna mewujudkan lingkungan yang ramah anak serta mendukung terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak. (RANY)
