GARDATIMURNEWS.CO | BANDA ACEH Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., bersama jajaran mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat LPKA Banda Aceh mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-73 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imipas. Dalam kegiatan tersebut, Kepala LPKA Banda Aceh beserta jajaran mengikuti pemaparan dan evaluasi yang dilaksanakan secara daring bersama seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia.
Monitoring dan evaluasi ini turut dihadiri oleh Dahana Putra selaku Direktur Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan program-program yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan target, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala sejak dini serta menilai efektivitas dan dampak dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas.
Sebagaimana diketahui, 15 Program Aksi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, penguatan pengawasan, peningkatan pembinaan pemasyarakatan, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi sumber daya manusia. Menteri Agus Andrianto juga menekankan pentingnya komitmen kuat pada awal tahun 2026 untuk memastikan pelaksanaan berbagai program strategis tersebut berjalan optimal sesuai dengan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan jajaran pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta.
Melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas dapat terus berjalan secara optimal, terukur, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di seluruh Indonesia. (RANY)
