
Garda Timur News* “MAKASSAR”* – Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulawesi Selatan menjadi pemantik semangat berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Semangat tersebut disampaikan dalam dialog kebangsaan yang mengangkat tema *“Peran Akademisi, Ormas, Jurnalis, LSM dan OKP dalam Pemberantasan Korupsi”* yang digelar LMPI Sulsel di Warkop Azzahra, Jalan Ratulangi, Makassar.

Dialog tersebut menjadi ruang diskusi bagi berbagai elemen masyarakat untuk membahas pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara serta pelaksanaan program dan proyek pemerintah.
Ketua LMPI Sulawesi Selatan, **Andi Noer Alim, S.Pd.**, mengatakan keterlibatan akademisi, organisasi kemasyarakatan, jurnalis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi kepemudaan (OKP) sangat dibutuhkan dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pengawasan masyarakat penting mengingat masih adanya persoalan yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran maupun pelaksanaan proyek pemerintah di sejumlah daerah.
> “Dalam pelaksanaan ini kami mengambil tema peran serta akademisi, ormas, jurnalis, LSM dan OKP dalam pemberantasan korupsi. Ini sangat penting karena kita melihat masih banyak kasus yang terjadi, baik di Sulawesi Selatan maupun di Indonesia secara umum,” ujar Andi Noer Alim.
Ia menyebut sejumlah sektor yang perlu mendapat perhatian dalam pengawasan masyarakat, di antaranya pengelolaan dana desa, pelaksanaan proyek pemerintah, serta berbagai program yang menggunakan anggaran negara.
Andi menilai kolaborasi antarelemen masyarakat dapat memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya kebocoran anggaran.
> “Teman-teman LSM, ormas, OKP, akademisi dan jurnalis merupakan bagian penting untuk memperkuat pengawasan. Jangan sampai kepentingan masyarakat justru dikorbankan,” katanya.
Ia menegaskan, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Masyarakat juga memiliki peran melalui pengawasan serta penyampaian informasi mengenai dugaan penyimpangan kepada pihak yang berwenang.
Andi mengatakan LMPI Sulsel selama ini membangun komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah institusi pemerintah maupun aparat penegak hukum, terutama dalam persoalan keamanan, ketertiban masyarakat, serta pemberantasan korupsi.
> “LMPI sejak dulu bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Tinggi, kepolisian dan pemerintah daerah di Sulawesi Selatan, tentunya dalam hal pemberantasan korupsi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, LMPI Sulsel juga mendorong masyarakat memahami tugas dan kewenangan masing-masing aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan, dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi.
Menurut Andi, pemahaman tersebut penting agar informasi mengenai dugaan korupsi dapat disampaikan melalui mekanisme yang tepat serta didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.
> “Kita ingin masyarakat paham sampai di mana tugas dan kerja kepolisian maupun kejaksaan. Informasi dan jaringan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan informasi terkait dugaan korupsi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melalui unsur Asisten Intelijen. Perwakilan Polda Sulsel juga hadir dalam kegiatan tersebut, sementara sejumlah pejabat terkait disebut sedang mengikuti kegiatan di Jakarta.
Kehadiran aparat penegak hukum dalam dialog tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat sipil dengan institusi penegak hukum dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Andi menambahkan, LMPI Sulsel memiliki mekanisme dalam menerima serta menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan.
> “LMPI ini punya cara tersendiri dalam melakukan pemberantasan korupsi, khususnya dalam menerima laporan. Kami juga mendapatkan pembekalan mengenai cara-cara menginvestigasi informasi terkait dugaan korupsi,” katanya.
Ia berharap dialog kebangsaan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat berbagai tema yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, pengawasan publik dan pemberantasan korupsi serta keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kegiatan tersebut KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Kota Makassar juga Hadir menghibur seluruh Narsum dan tamu peserta dengan tembang lagu Iwan fals Bento dan Bongkar serta Wakil Rakyat Saat membawakan lagu seluruh Narsum dan peserta juga ikut bernyanyi bersama sama menambah kemeriahan kegiatan tersebut.





